Manado: Peningkatan jumlah penduduk dan kurangnya kesadaran masyarakat akan lingkungan ikut memberi dampak negatif kebersihan kawasan taman Nasional Bunaken. Sampah plastik yang di buang masyarakat di sungai maupun di laut, akhirnya hanyut sampai di kawasan Bunaken. Bila anda menelusuru kawasan hutan mangrove (bakau) dari pantai Molas sampai desa Wori Kabupaten Minahasa Utara, banyak sampah plastik tergantung di hutan bakau. Keberadaan sampah itu, tentunya dapat mengancam pertumbuhan dan perkembangan hutan bakau serta dapat mempengaruhi pertumbuhan terumbu karang.
Sementara sejauh ini upaya dari pemerintah menjaga kebersihan pantai hanya bersifat temporer. Gubernur Sulawesi Utara Sinyo Hari Sarundayang pada peringatan hari lingkungan hidup se dunia belum lama ini di Manado mengaku, Pemda Sulut maupun Manado tidak dapat berbuat lebih karena pengelolaan taman nasional Bunaken menjadi tanggung jawab Kementrian Kehutanan. "Kita mengeluarkan uang harus ada dasarnya" tutur Sarundayang. Diakuinya, ia sudah berulang kali menghadap Menteri Kehutanan, tetapi menteri memintah agar dirubah dulu Undang-Undang taman Nasional Bunaken. "Dengan status itu, tidak mungkin pengelolaan (TNB) diambil alih daerah" tuturnya.
Ekon Wahyu Handoyo peneliti dari Balai Taman Nasional Bunaken mengakui, aktivitas masyarakat dan minimnya kesadaran masyarakat akan kebersihan lingkungan, turut membawa dampak negatif terhadap ekosistim lingkungan pesisir maupun terumbu karang di Bunaken. Bahkan limba-limba di teluk Manado, turut mendorong pertumbuhan hama pemangsa karang di taman laut nasional Bunaken. Dalam mencegah masalah ini, ia berharap ada kepedulian semua pihak termasuk masyarakat.
Senin, 27 Juni 2011
Nelayan Philifina Mengancam Nelayan Di Talaud Dengan Senjata Api
Manado : Akhir-akhir ini nelayan tradisional di Kabupaten Kepulaun Talaud takut melaut untuk menangkap ikan dilaut dalam di mana terdapat rumpon karena nelayan dari Philifina sering melakukan pengancaman dengan senjata api. "Mereka(nelayan Philifina) disaat kami merapat di rumpon untuk menangkap ikan bersama-sama, mereka langsung buang tembakan" tutur salah satu nelayan di Talaud.
Menurut para nelayan, adanya ancaman dari nelayan Philifina, mereka terpaksa bergeser dari rumpon. Nelayan mengaku, mereka berani menangkap ikan dirumpon yang di pasang nelayan Philifina karena rumpon-rumpon yang ada masih diperairan Indonesia.
Adanya ancaman keselamatan mereka, nelayan di Talaud melaporkan permasalhan yang mereka hadapi di Polres.
Kapolres Talaud AKBP Endang Karnadi di Manado,Senin(27/6/2011) mengakui laporan masyarakat itu. Menurutnya, menindak lanjuti keresahan nelayan di Talaud, pihaknya kurang lebih satu bulan ini terus melakukan patroli di TKP dan di pulau terluar. "Dari operasi itu, pada Sabtu,(25/6/2011) malam, berhasil ditangkap satu dari empat kapal Philifina" kata Endang Karnadi.
Kapal bersama 18 anak buah kapal ABK serta barang bukti tiga ton ikan, saat ini di amankan di Polres Talaud.
Menurut para nelayan, adanya ancaman dari nelayan Philifina, mereka terpaksa bergeser dari rumpon. Nelayan mengaku, mereka berani menangkap ikan dirumpon yang di pasang nelayan Philifina karena rumpon-rumpon yang ada masih diperairan Indonesia.
Adanya ancaman keselamatan mereka, nelayan di Talaud melaporkan permasalhan yang mereka hadapi di Polres.
Kapolres Talaud AKBP Endang Karnadi di Manado,Senin(27/6/2011) mengakui laporan masyarakat itu. Menurutnya, menindak lanjuti keresahan nelayan di Talaud, pihaknya kurang lebih satu bulan ini terus melakukan patroli di TKP dan di pulau terluar. "Dari operasi itu, pada Sabtu,(25/6/2011) malam, berhasil ditangkap satu dari empat kapal Philifina" kata Endang Karnadi.
Kapal bersama 18 anak buah kapal ABK serta barang bukti tiga ton ikan, saat ini di amankan di Polres Talaud.
Sabtu, 25 Juni 2011
PLTS Belum Mendorong Pesona Bunaken
Manado : Kehadiran pembangit listrik tenaga surya(PLTS) di pulau Bunaken, yang di resmikan pada awal tahun 2011 ini, ternyata belum juga menjawab kebutuhan listrik di kawasan wisata bahari dipulau itu.
Tinginya kebutuhan listrik masyarakat dan idustri pariwisata di Bunaken, menyebabkan PLN sering melakukan pemadaman. Padahal saat peresmian pembangit listrik tenaga surya beberapa bulan lalu, gubernur Sulawesi Utara Sinyo Hari Sarundayang dan sejumlah pejabat PLN menjamin permasalahan penerangan yang sering di sampaikan masyarakat tidak terjadi lagi. Namun seiring janji itu berlalu, masyarakat masih diperhadapkan pada masalah yang sama.
"Dalam satu hari sering tiga kali pemadaman pak. Bahkan dalam sehari tidak menyala listrik" tutur sejumlah warga Bunaken pada Sabtu(25/6/2011).
Pemadaman listrik yang sering terjadi di kawasan wisata itu, ikut juga mempengaruhi pendapatan masyarakat. Seperti halnya pedagang es. Pedagang pada umumnya ibu-ibu rumah tangga, mereka terpaksa berhenti menjual walaupun masih ada permintaan wisatawan.
Sementara itu seiring peningkatan kebutuhan listrik di Bunaken, PT PLN berencana menambah lahan untuk ditempatkan alat penyimpan tenga surya.
Jumat, 24 Juni 2011
"Sulitnya Mencari BBM"
Manado(24/6/2011): Dari jarak sepuluh meter, seorang ibu separuh baya turun dari angkutan umum di jalan raya Molas atau tepatnya di kompleks Polsek Bunaken. Sepintas ia terlihat kecewa, sambil berjalan dan mengeluarkan uang recehan kearah sopir, sambil memegang jerken kosong.
Tak lama ia berhenti sejenak di seberang jalan, wanita itu berjalan kearah saya sambil melempar senyum."Dari cari minyak tanah, tapi habis di pangkalan" kata wanita separu baya itu tampa ditanya.
Saat itu, jarum jam di tangan saya sudah menunjukan pukul 10.00 waktu Indonesia Tengah. Artinya, tinggal dua jam lagi sudah waktunya untuk makan."Yah, karena tidak mendapat minyak tanah, terpaksa memasak pakai kayu" tuturnya dengan dialek Manado ,sambil ia berlalu merespon senyum balasan saya.
Permasalahan yang dihadapi salah satu warga itu, adalah cermin masyarakat strata menegah ke bawah di Manado. Setiap pangkalan minyak tanah, dimana-mana terlihat masyarakat berebutan membeli minyak tanah. Fenomena yang sama juga terjadi di sejumlah SPBU di Manado dan Minahasa dalam beberapa pekan ini. Rencana pertamina dan pemerintah mengurangi pasokan BBM bersubsidi, justru membawah dampak sosial pada masyakat miskin.Bila di wilayah perkotaan walaupun agak sulit mencari atau membeli BBM, di daerah kepulauan seperti di kabupaten kepuluan Talaud, stok BBM di daerah perbatasan itu sering habis berminggu-minggu. "Kalau mulai mendekati stok BBM habis agen, harga prenium dipangkalan atau ditingkat pengecer sampai mencapai Rp.20.000" tutur Femmy Unsong salah satu PNS di daerah perbatasan itu. Menurutnya, harga prenium di Melonguane (ibu kota kabupaten) seperti itu, apa lagi di wilayah akses transportasi dan komunikasi sangat terbatas, seperti di pulau terluar dan di wilayah pulau Karakelang utara, dimana jalan belum dibangun.
Kondisi tersebut sungguh sutu ironi bagi ibu pertiwi yang banyak mengandung sumberdaya alamnya, untuk anak-anak di negeri ini.
Rabu, 22 Juni 2011
Kekuatan Rakyat Tantang Ganggali
Pelantikan Asisten Dua Jemmy Gagola sebagai Sekretaris Daerah yang definitif yang belum dilakukan Plt Bupati Talaud Chostantein Ganggali mendapat sorotan berbagai elemen masyarakat di daerah perbatasan itu. Tokoh pemuda Talaud Obet Unsong,S.Sos menilai, penundaan pelantikan Gagola sebagai Sekda, dugaan kuat karena ada permainan di jajaran birokrasi, terutama masalah keungan.
"Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan pemerintahan dan pembangunan di tanah Porodisa, jika bupati mengulur waktu pelantikan sekda definitif" tutur Unsong, Rabu (22/6/2011) melalui telp genggamnya dari Talaud.
Menurutnya, bila pelantikan terus ditunda, rakyat Talaud akan menantang bupati. Alasanya, rakyat sudah jenuh dengan pelaksanaan roda pemerintahan selama ini, dimana keputusan strategis pemerintahan tidak normal karena sebagiaan besar pejabat di Talaud, masih berstatus pelaksana tugas.
Hal yang sama di sampaikan tokoh masyarakat Fajar Lalompo. Melalui telp gengamnya, ia mengaku prihatin dengan pemerintahan di daerahnya, yang hanya di jabat plt. Dia mencontohkan sejumlah jalan dan fasilitas publik di daerahnya, kurang baik dan tidak memberikan pelayanan secara maksimal pada masyarakat. "Sebab semua PNS hanya membicarakan politik dan kepentinganya" kata Lalompoh.
Sementara itu, Ketua Sinode Gereja Masehi Ijili di Talaud (Germita) Pdt Sambo Taariwuan,STh di hubungi terpisah, menyesalkan pernyataan Ketua Remaja Germita Jakob Mangole yang menyebutkan " masyarakat tolak Jemmy Gagola sebagai Sekda Talaud yang definitif". Menurut Ketua Sinode, pernyataan tersebut, adalah pernyataan pribadi dan bukan atas nama istitusi atau lembaga. "Justru berbagai elemen masyarakat seperti lembaga gereja, adat dan PNS di kabupaten kepuluan Talaud, menghendaki agar secepatnya Jemmy Gagola di lantik" katanya.
Jemmy Gagagola pada pelaksanaan fit and profertes di kantor gubernur beberapa bulan lalu, berhasil menyisihkan dua kandidat lainya, termasuk plt sekda Denny Tatuwo.
"Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan pemerintahan dan pembangunan di tanah Porodisa, jika bupati mengulur waktu pelantikan sekda definitif" tutur Unsong, Rabu (22/6/2011) melalui telp genggamnya dari Talaud.
Menurutnya, bila pelantikan terus ditunda, rakyat Talaud akan menantang bupati. Alasanya, rakyat sudah jenuh dengan pelaksanaan roda pemerintahan selama ini, dimana keputusan strategis pemerintahan tidak normal karena sebagiaan besar pejabat di Talaud, masih berstatus pelaksana tugas.
Hal yang sama di sampaikan tokoh masyarakat Fajar Lalompo. Melalui telp gengamnya, ia mengaku prihatin dengan pemerintahan di daerahnya, yang hanya di jabat plt. Dia mencontohkan sejumlah jalan dan fasilitas publik di daerahnya, kurang baik dan tidak memberikan pelayanan secara maksimal pada masyarakat. "Sebab semua PNS hanya membicarakan politik dan kepentinganya" kata Lalompoh.
Sementara itu, Ketua Sinode Gereja Masehi Ijili di Talaud (Germita) Pdt Sambo Taariwuan,STh di hubungi terpisah, menyesalkan pernyataan Ketua Remaja Germita Jakob Mangole yang menyebutkan " masyarakat tolak Jemmy Gagola sebagai Sekda Talaud yang definitif". Menurut Ketua Sinode, pernyataan tersebut, adalah pernyataan pribadi dan bukan atas nama istitusi atau lembaga. "Justru berbagai elemen masyarakat seperti lembaga gereja, adat dan PNS di kabupaten kepuluan Talaud, menghendaki agar secepatnya Jemmy Gagola di lantik" katanya.
Jemmy Gagagola pada pelaksanaan fit and profertes di kantor gubernur beberapa bulan lalu, berhasil menyisihkan dua kandidat lainya, termasuk plt sekda Denny Tatuwo.
Langganan:
Komentar (Atom)