Pelantikan Asisten Dua Jemmy Gagola sebagai Sekretaris Daerah yang definitif yang belum dilakukan Plt Bupati Talaud Chostantein Ganggali mendapat sorotan berbagai elemen masyarakat di daerah perbatasan itu. Tokoh pemuda Talaud Obet Unsong,S.Sos menilai, penundaan pelantikan Gagola sebagai Sekda, dugaan kuat karena ada permainan di jajaran birokrasi, terutama masalah keungan.
"Ini sangat berbahaya bagi kelangsungan pemerintahan dan pembangunan di tanah Porodisa, jika bupati mengulur waktu pelantikan sekda definitif" tutur Unsong, Rabu (22/6/2011) melalui telp genggamnya dari Talaud.
Menurutnya, bila pelantikan terus ditunda, rakyat Talaud akan menantang bupati. Alasanya, rakyat sudah jenuh dengan pelaksanaan roda pemerintahan selama ini, dimana keputusan strategis pemerintahan tidak normal karena sebagiaan besar pejabat di Talaud, masih berstatus pelaksana tugas.
Hal yang sama di sampaikan tokoh masyarakat Fajar Lalompo. Melalui telp gengamnya, ia mengaku prihatin dengan pemerintahan di daerahnya, yang hanya di jabat plt. Dia mencontohkan sejumlah jalan dan fasilitas publik di daerahnya, kurang baik dan tidak memberikan pelayanan secara maksimal pada masyarakat. "Sebab semua PNS hanya membicarakan politik dan kepentinganya" kata Lalompoh.
Sementara itu, Ketua Sinode Gereja Masehi Ijili di Talaud (Germita) Pdt Sambo Taariwuan,STh di hubungi terpisah, menyesalkan pernyataan Ketua Remaja Germita Jakob Mangole yang menyebutkan " masyarakat tolak Jemmy Gagola sebagai Sekda Talaud yang definitif". Menurut Ketua Sinode, pernyataan tersebut, adalah pernyataan pribadi dan bukan atas nama istitusi atau lembaga. "Justru berbagai elemen masyarakat seperti lembaga gereja, adat dan PNS di kabupaten kepuluan Talaud, menghendaki agar secepatnya Jemmy Gagola di lantik" katanya.
Jemmy Gagagola pada pelaksanaan fit and profertes di kantor gubernur beberapa bulan lalu, berhasil menyisihkan dua kandidat lainya, termasuk plt sekda Denny Tatuwo.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar